GubernurBengkulu Junaidi Hamsyah mengatakan pemuda dan pemudi Indonesia harus mampu menginspirasi banyak orang untuk berkarya dan memberikan yang terbaik
PemudaHarus Siap Hadapi Percaturan Global. Oleh : Kormen Barus | Selasa, 10 November 2020 - 18:55 WIBKormen Barus | Selasa, 10 November 2020 - 18:55 WIB
Pemuda Harus Sebagai Garam Dan Terang Dunia" tentu bangsa Indonesia akan menjadi sangat berbeda karena akan ada para anak muda pilihan yang memiliki dasar rohani kuat, yang siap berkarya bagi bangsa. yakinlah yang ditabur kepada anak muda tidak akan sia-sia. Suatu saat pasti akan ada anak muda Kristen yang siap menjadi garam dan terang
BukaKuliah Kewirausahaan Pemuda Urindo, Menpora RI Ingin Pemuda Indonesia Harus Siap Berwirausaha di Era Digital. Rabu, 23 Sep 2020. BAGIKAN :
FaI4F. HomeSDSMPSMATanya Jawab Tanya kak Bima? Home — Para pemuda Indonesia harus siap?Rizgy Agg✅ Jawaban terverifikasi ahliJawabanmenjadi contoh kedisiplinanmemimpin generasi tuamenguasai ilmu pengetahuanmenjadi pelopor kebangkitan nasionalSemua jawaban benarJawaban D. menjadi pelopor kebangkitan nasionalDilansir dari Ensiklopedia, para pemuda indonesia harus siap menjadi pelopor kebangkitan jawaban dari pertanyaan Para pemuda Indonesia harus siap?, Semoga bisa membantu kamu ya teman. Jika kamu masih punya pertanyaan lainnya, bisa kamu tulis di kolom komentar dibawah ya!Soal lainnyasehari menjelang proklamasi kemerdekaan negara Indonesia ada suatu peristiwa perdebatan berujung penculikan golongan tua oleh golongan muda, yang disebut peristiwa? Lampu neon mengubah energi listrik menjadi energi? Indikator Pencapaian Kompetensi IPK berorientasi HOTS yang paling tepat, yaitu? Leave a ReplyAlamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Name * Email * Add CommentSave my name, email, and website in this browser for the next time I comment.
Jakarta - Pada 28 Oktober 2021, Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-93. Sejumlah tokoh memberikan pesan kepada para generasi muda agar siap menghadapi dunia yang terus berubah. Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam sambutan Sumpah Pemuda yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 28/10/2021 mengatakan, pemuda sudah saatnya menjadi pemimpin untuk menenangkan kompetisi di zaman yang serba digital ini. "Dalam dunia yang penuh disrupsi, waktunya pemuda menjadi pemimpin untuk memenangkan kompetisi. Pemimpin yang menguasai teknologi, bukan dikuasai teknologi," ujar Jokowi. Jokowi mengakui, tidak semua pemuda Indonesia berkesempatan untuk menikmati pendidikan tinggi, memahami dunia yang penuh disrupsi, dan memahami perkembangan IPTEK terbaru. "Harus ada pemuda Indonesia yang lain, yang memberitahu kepada yang belum tahu, yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada yang kurang," kata Jokowi. Nadiem Makarim Sumpah Pemuda Hari Kemenangan Bagi Generasi Muda Hari Sumpah Pemuda, Presiden Jokowi Ingatkan Zaman Berganti Jadi Serba Digital Tes PCR untuk Pesawat di Jawa-Bali Kini Berlaku 3x24 Jam Selain itu, harus ada juga mereka "yang meningkatkan kesejahteraan kepada yang miskin, yang membuat semua anak Indonesia mempunyai kontribusi yang lebih besar kepada kemanusiaan dan kemajuan bangsa." Menurutnya, inilah esensi dari kepemimpinan, yaitu membantu mereka yang tidak bisa menjadi bisa, dan mereka yang sudah bisa menjadi lebih bisa. Menurut mantan Wali Kota Solo itu, para generasi terdahulu adalah warga pendatang atau migran digital. Jokowi mengatakan, di era digital, pemuda kembali memiliki peran yang sentral. "Pemuda adalah kekuatan terbesar, bonus demografi bagi bangsa Indonesia. Pemuda adalah para pemberani untuk mengambil risiko dan merebut peluang-peluang," kata dia. Jokowi mengatakan, pemuda menjadi yang terdepan dalam menemukan cara-cara baru yang inovatif, serta menjadi pemimpin perubahan di era digital. Jokowi pun mengungkapkan, tumbuhnya startup yang sukses menjadi pemain global dan mengalahkan pemain-pemain lama, merupakan bukti kekuatan pemuda. Selain itu, Jokowi juga menyinggung saat ini semakin banyak musisi dan seniman muda Indonesia yang karyanya diakui dunia. Begitu pula dengan prestasi atlet yang mengharumkan nama bangsa. Sementara, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan, sekarang saatnya generasi muda untuk terus maju bersama. Tidak hanya mengejar ketertinggalan tetapi juga melewati masa yang penuh tantangan dan keterbatasan. "Sekarang saatnya, jangan mundur lagi. Arahnya satu, maju. Caranya juga satu maju bersama. Kita harus melompat sekarang, karena mengejar ketertinggalan saja tidak cukup. Setelah melewati masa yang penuh tantangan dan keterbatasan, ini waktunya bersatu, bangkit dan tumbuh," ucap Nadiem. Dia meyakini bahwa Indonesia di tangan para pemuda, merupakan Indonesia yang memberikan contoh pada negara dan yang memerdekakan generasi penerus untuk belajar dan berinovasi. Untuk itu Mendikbudristek Nadiem Makarim mengajak para generasi muda untuk ikut dalam perjuangan meraih kemerdekaan dalam berbagai bidang. Menurutnya perbedaan bukan halangan bagi kekuatan untuk menyatukan semua. "Keberagaman bukan alasan untuk mundur tapi bergerak serentak dengan teman-teman pemuda. Usia saya tidak jauh berbeda. Saya merasakan tantangan yang dihadapi, saya belajar lebih baik untuk bangsa ini, cita-cita bangsa dengan cara yang positif dan berkolaborasi," ujarnya. "Mari bersatu terus maju untuk Indonesia tangguh. Mari tetap semangat bergerak serentak, mewujudkan Merdeka Belajar untuk semua pemuda-pemudi Indonesia," terbentuknya Sumpah Pemuda tidak hanya dalam hitungan hari. Perlu 2 tahun dalam merumuskannya.
PEMILIHAN umum Pemilu 2024 akan menjadi panggungnya para pemuda dalam menentukan pemimpin Indonesia masa depan. Hal ini karena mereka yang masuk generasi Z akan bertindak sebagai pemilih mayoritas. Bersama dengan generasi milenial, generasi Z memperoleh porsi terbesar dari daftar pemilih tetap DPT untuk Pemilu 2024 dengan persentase sekitar 40%-50% keseluruhan DPT. Adanya bonus demografi di satu sisi membuat suara pemuda jelas dianggap sangat menentukan dalam Pemilu 2024. Momentum ini juga seyogianya mendorong para pemuda untuk berkiprah melalui peran aktifnya di lapangan. Pemuda perlu ambil bagian dalam perannya untuk menciptakan dan mensukseskan hajat demokrasi yang sehat alih-alih berpangku tangan karena merasa suara pemuda sebagai suara mayoritas. Ambil peran Peran para pemuda dalam gelaran pemilu dapat diaktualisasikan setidaknya ke dalam tiga posisi. Pertama, dengan melibatkan diri sebagai penyelenggara pemilu di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat desa. Manfaat yang dapat diperoleh dari peran sebagai penyelenggara pemilu adalah pengetahuan empiris dan teknis seputar penyelenggaraan pemilu. Para pemuda akan mengetahui bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi di lapangan sebagai penyelenggara pemilu. Dengan melibatkan diri sebagai penyelenggara pemilu mereka juga akan menyadari bahwa bekerja sebagai penyelenggara tidak semudah yang terlihat. Lagi pula mereka sudah seharusnya merasa malu bila di lapangan masih ditemukan para penyelenggara pemilu yang didominasi oleh generasi berusia di atas 40an. Bagaimanapun pemilu yang berlangsung serentak ini menuntut kecepatan dan efisiensi kerja yang memerlukan fisik prima yang dimiliki para pemuda. Melalui perannya sebagai penyelenggara Pemilu, para pemuda berarti siap untuk menjadi bagian integral dari proses demokrasi. Kedua, yang dapat dimanfaatkan oleh pemuda ialah berperan sebagai tim pemenangan salah satu calon presiden atau calon legislator. Tujuannya agar mereka memperoleh pengalaman tentang dinamika politik dan kepemiluan. Pengalaman yang diperoleh di lapangan sebagai tim pemenangan nantinya akan berguna untuk proses pendewasaan berdemokrasi. Dengan begitu segala bentuk perbedaan opini yang disebabkan oleh adanya perbedaan dukungan yang ditemukan di lapangan menjadi suatu hal yang biasa. Ketiga, melalui peran edukatif terhadap masyarakat. Peran itu bisa diwujudkan oleh para pemuda dengan mendirikan semacam lembaga demokrasi independen atau pemantau Pemilu. Pendirian lembaga tersebut dimaksudkan agar ada di antara para pemuda yang berposisi sebagai pihak yang berada di luar lingkaran dukung-mendukung antarcalon. Dengan begitu, terdapat para pemuda yang bisa mengambil jarak untuk melihat dinamika dan realitas politik secara jernih. Mereka juga akan melihat dinamika yang terjadi selama pemilu dari berbagai sudut pandang. Semua peran tersebut diharapkan dapat membentuk sisi idealisme sebagai ekspresi yang identik dan melekat dalam jiwa generasi muda, di tengah tantangan dan dinamika di tahun politik. Terlebih fakta sebagai pemilih mayoritas yang disemat oleh kelompok milenial dan generasi Z juga membuat kedua kalangan ini akan dilirik banyak partai. Godaan tentu akan datang dari berbagai sudut. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kita mungkin akan melihat banyak deklarasi dukungan yang mengatasnamakan pemuda di berbagai daerah. Tinggal bagaimana para pemilih di kedua segmen usia yang rata-rata dihuni para pemuda ini memanfaatkan momentum penting dalam menentukan arah bangsa ke depan secara objektif. Tantangan Tantangan terbesar dalam pemilu yang akan dihadapi pemilih dari generasi muda saat ini; sejauh mana mereka mampu mempertahankan independensi pikiran di tengah serbuan opini dan propaganda di tahun politik. Yang paling dikhawatirkan ialah bila di antara para pemuda kita terbawa dan teracuni oleh sentimen-sentimen politik yang diproduksi elite. Termasuk di dalamnya pihak yang dengan sengaja mempersempit sudut pandang dan objektifitas yang dapat mempengaruhi para pemilih pemula. Bagaimana pun, para pemuda khususnya yang berstatus pemilih pemula belum memiliki pijakan yang kokoh. Mereka bukanlah generasi tua yang kaya pengalaman dan biasanya teguh pada pendirian. Bisa dikatakan bahwa generasi muda khususnya para pemilih pemula menjadi pihak yang rawan untuk dipengaruhi dan dipropaganda lewat berbagai saluran media. Pemuda yang masih minim jam terbang dalam dunia kepemiluan harus segera menyadari; mereka akan dihadapkan pada serbuan berita. Terlebih di tahun politik nanti yang hampir pasti isinya sarat dengan subjektifitas. Itu merupakan tantangan aktual yang menuntut para pemuda untuk mengadaptasikan diri dengan baik di tengah dinamika dan suhu politik yang semakin meningkat. Pada akhirnya kita semua hanya berharap bahwa besarnya hak suara yang dimiliki oleh generasi muda pada Pemilu 2024, semoga berbanding lurus dengan besarnya kesadaran serta tanggung jawab mereka dalam menentukan nasib bangsa ke depan.
JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyatakan, pemuda memiliki peran sentral sebagai pemimpin perubahan bangsa. Menurut dia, pemuda merupakan kekuatan terbesar dari bonus demografi bangsa, yang harus memiliki jiwa pemberani untuk mengambil risiko dan memanfaatkan peluang. Jokowi bahkan berpandangan, era disrupsi saat ini merupakan waktu bagi para kaum muda menjadi pemimpin untuk memenangkan kompetisi dan menguasai teknologi. "Pemuda harus bisa menjadi pemimpin yang berani mengambil inisiatif, tetapi tetap humanis. Pemimpin yang mau terus belajar dan yang terlebih penting menjadi pemimpin yang siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,” kata Jokowi saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 secara virtual melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis 28/10. Jokowi menilai, semakin bertumbuhnya start-up yang sukses menjadi pemain global merupakan bukti dari kekuatan pemuda. Selain itu, karya dan prestasi anak bangsa di kancah global juga makin bertambah. Ia memahami bahwa tidak semua pemuda Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan tinggi, memahami dunia yang penuh disrupsi, hingga memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi iptek terbaru. Namun, ia menekankan agar pemuda Indonesia harus saling berbagi informasi, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuannya agar semua anak Indonesia dapat berkontribusi lebih besar kepada kemanusiaan dan kemajuan bangsa. Menurut Jokowi, hal itulah yang menjadi esensi dari sebuah kepemimpinan. Ia mengatakan, kepemimpinan adalah membantu yang tidak bisa menjadi bisa dan membantu yang sudah bisa menjadi lebih bisa. "Kepemimpinan itu bukan posisi, apalagi jabatan. Kepemimpinan adalah pengaruh, kepemimpinan adalah inspirasi, kepemimpinan adalah yang membuat visi menjadi kenyataan,” katanya. Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong agar peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bangkitnya pemuda Indonesia. Pemuda Indonesia, Wapres menyebut, harus bisa menyesuaikan diri di segala tempat serta bermanfaat untuk sesama. "Kaum muda harus siap di mana saja dan menjadi apa saja yang bermanfaat. Kalau dibuang ke laut, jadilah pulau. Dibuang ke darat, jadilah gunung. Selalu memiliki peran sentral dan bermanfaat pada lingkungan sekitar," ujar Wapres dalam akun Instagram-nya, Kamis 28/10. Para pemuda juga dinilai harus berperan lebih dalam dunia perpolitikan Tanah Air. Presiden Partai Keadilan Sejahtera PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi generasi muda untuk maju ke gelanggang kepemimpinan nasional. "PKS berkomitmen mendorong para pemuda naik panggung dan menjadi aktor-aktor perubahan yang menjadi pelaku sejarah, bukan hanya menjadi penonton sejarah," ujar Syaikhu dalam peluncuran PKS Muda Institute, Kamis 28/10. Semangat generasi muda, menurut Syaikhu, harus dapat disalurkan dalam berbagai sektor. Salah satunya lewat perpolitikan Indonesia yang disebutnya merupakan kunci berbagai program dan kebijakan. "Politik memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya banyak dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan politik," ujar Syaikhu. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, pidato Presiden terkait pemuda pemimpin secara politik bisa dianggap sebagai sinyal kepada nama-nama yang belakangan muncul di berbagai survei untuk mempersiapkan diri menjadi suksesornya. "Dan itu harus ditangkap oleh mereka yang masuk radar survei hari ini," kata Hanta Yuda, Kamis 28/10. Dia melanjutkan, data survei Poltracking Indonesia mencatat banyak pemimpin muda yang muncul di elektabilitas tertinggi. Dari enam nama teratas, ada lima calon yang bisa dikategorikan pemimpin muda. Kelima calon itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono AHY, dan Menparekraf Sandiaga Uno. Adapun nama Prabowo Subianto yang merupakan generasi senior berada di urutan keenam. Dalam survei Poltracking yang dirilis pekan lalu, muncul juga sejumlah nama menteri Kabinet Kerja, yaitu Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri BUMN Erick Thohir. "Dari tiga besar capres hasil survei, bisa dikatakan pemimpin ke depan berpeluang besar diisi oleh figur muda dan di luar tiga besar sangat berpeluang menjadi cawapres," katanya. Dia menjelaskan, jika dilihat dari syarat menjadi presiden yang minimal berusia 40 tahun, rentang usia 40 hingga sekitar 50 tahunan relevan untuk disebut sebagai pemimpin muda. Apalagi, dia melanjutkan, sekelas presiden sebagai karier tertinggi di politik. "Jadi, di bawah 55 tahun relatif masih terbilang muda," katanya. Menurut dia, kesukaan terhadap pemimpin muda juga tidak lepas dari mulai bergesernya gaya kepemimpinan yang disukai masyarakat. Menurut dia, gaya kaku dan birokratis sudah dianggap sebagai gaya kepemimpinan lama. Pemuda Diajak Berpolitik Bidang Kepemudaan DPP Partai Keadilan Sejahtera PKS meluncurkan gerakan Pendaftaran Bakal Caleg Muda PKS dan Pembukaan PKS Muda Institute. Hal itu dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang diadakan secara daring pada Kamis 28/10. Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan semangat sumpah pemuda yang mengedepankan kolaborasi dan semangat persatuan. "Peluncuran The Next Leader Project dan PKS Muda Institute dilaksanakan bertepatan sumpah pemuda, juga memberi pesan agar kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan semangat untuk terus membangun kolaborasi," kata Salim dalam keterangan pers, Kamis 28/10. Menteri Sosial pada era Kabinet Indonesia Bersatu II itu juga menegaskan, PKS memberi ruang besar bagi generasi muda untuk bergabung dan berkiprah di dunia politik tanpa memandang latar belakang. PKS mengajak generasi muda untuk berjuang bersama. "Bergandengan tangan merupakan kunci kesuksesan dalam memberikan kontribusi membangun Indonesia yang lebih baik. PKS memberi ruang bagi seluruh generasi muda Indonesia, dari berbagai latar belakang sosial, budaya, profesi dan kompetensi untuk berkiprah dalam dunia politik," ujar Salim. Hal senada disampaikan Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS, Gamal Albinsaid. Gamal menyebut hadirnya kaum muda di kancah politik tak hanya untuk memenangkan pemilu, tapi memberi inspirasi dan nilai positif bagi generasi muda. "Tugas kita bukan hanya memenangkan konstelasi politik, tapi memberikan pendidikan bagi generasi muda untuk mampu berpolitik dengan santun bijak dan berkarakter,” kata Gamal. Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memberikan apresiasi kepada PKS, yang telah memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkiprah di dunia politik. Ia menilai tidak terlibatnya anak muda dalam politik praktis bukan berarti mereka apatis. "Program The Next Leader Project PKS itu suatu terobosan untuk membuka kanal yang selama menyumbat aspirasi anak muda, yang dianggap politik secara mainstream kurang menyerap aspirasi anak muda," tutur Burhan. Menurut Burhan, anak muda tidak tepat jika dikatakan abai terhadap politik. Ia mengamati kaum muda cukup kritis dalam menyikapi berbagai isu terkini. Ia meyakini, meningkatnya sikap kritis anak muda harus diantisipasi partai politik untuk menarik mereka ikut aktif dalam kancah perpolitikan. "Kalau partai gagal menarik minat pemuda untuk politically engaged, partai sebagai garda terdepan dalam demokrasi akan sulit melakukan regenerasi, dan partai akan dikuasai oleh elite-elite tua," ucap Burhan. Sementara itu, Deputi Badan Pemenangan Pemilu Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan, momentum peringatan sumpah pemuda sepatutnya menjadi pengingat sekaligus pembangkit energi bagi pemuda Indonesia, bahwa sejarah perjalanan bangsa tak bisa dipisahkan dari peran penting dan strategis pemuda. Dalam perjalanan sejarah, mulai dari momentum besar sumpah pemuda menjadi penanda dan proklamasi lahirnya kesadaran keindonesiaan sebagai bangsa. "Selanjutnya, pada proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara, kembali pemuda berperan untuk mendorong percepatan, mendesak bapak bangsa Sukarno-Hatta tidak menunda-nunda proklamasi kemerdekaan," kata Kamhar kepada Republika, Kamis 28/10. Kamhar menambahkan, demikian pula saat peralihan Orde Lama ke Orde Baru, kemudian ke Orde Reformasi. Pemuda memainkan peran vital dan sebagai motor utama dalam perjalanan bangsa. "Pemuda selalu hadir menjadi solusi ketika negara diterpa krisis," ujarnya. Ia berharap, sebagaimana imbauan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono AHY, agar pemuda semakin mengambil peran yang lebih signifikan ikut menentukan nasib bangsa dan kembali membuat catatan dengan tinta emas dalam sejarah. "Dalam situasi bangsa yang kembali diterpa krisis akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang, tentu kita berharap pemuda kembali tampil menjadi solusi," katanya.
Jakarta - Pemerintah konsisten bekerja sama dengan seluruh pihak baik dari hulu maupun ke hilir dalam menangani pandemi COVID-19. Kasus aktif nasional pada 4 Oktober 2021 telah turun ke kasus. Angka ini jauh lebih rendah dibanding Juli 2021 yang mencapai kasus. “Ini membuktikan bahwa penanganan Covid-19 melalui mekanisme PPKM dari hulu ke hilir dan juga isolasi terpusat beserta persiapan Rumah Sakit dan vaksinasi menjadi kunci dari penurunan kasus,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar Kader Bangsa Fellowship Program, seperti dikutip Rabu 6/10/2021. Penurunan kasus melalui penerapan PPKM ini dikatakan Airlangga membuka peluang pemulihan ekonomi nasional untuk kembali bergerak. Pada situasi ini, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan tidak boleh abai serta pelaksanaan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, harus terus diintensifkan. “Tindakan 3T testing, tracing, dan treatment juga terus dilakukan karena ini dapat melacak secara epidemiologi siapa yang terdampak ataupun terkena COVID-19 dan siapa kontak eratnya. Ini perlu terus dilacak agar kita dapat memotong sebaran Covid-19,” tutur Airlangga. Selanjutnya Menko Airlangga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sangat tergantung kepada pengendalian pandemi, respons kebijakan yang tepat, termasuk kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat. Penciptaan lapangan kerja juga terus didorong Pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan menyangga terkait dengan mereka yang terdampak oleh PHK. “Kita ketahui bersama, semua negara berupaya mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk Indonesia. Kita bersyukur di tahun kuartal II tahun 2021 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 7,07 persen yoy. Ini membuktikan kita bisa keluar dari resesi dan diperkirakan di akhir tahun kita bisa tumbuh antara 3,7 sampai 4,5 persen,” ujar Menko Airlangga. Bioavtur Hasil Inovasi Anak Negeri, Menko Airlangga Bangga Airlangga Hartarto Bongkar Alasan Sawit Sangat Penting buat Indonesia Resmi Berdiri, Kampus Monash University Indonesia Diharapkan Beri Sumbangsih ke Indonesia * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan positivity rate secara nasional sudah di bawah angka standar WHO, yakni di bawah 5 persen. Kasus aktif sekitar 50 ribuan dan kasus harian di bawah
para pemuda indonesia harus siap