kameraini cara kerjanya mirip dengan slr namun dengan ukuran film yang lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan still life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis seperti Namununtuk hasil maksimal gunakan jenis kamera fotografi yang dilengkapi dengan lensa yang mampu menyorot objek secara tajam. Disarankan menggunakan kamera DSLR atau Mirroless dengan Lensa Fix atau lensa dengan bukaan diafragma yang besar. Dept of Feel dari objek benda terhadap background akan menciptakan kesan hidup dan perasaan yang menonjol. Kameralarge format biasanya hanya digunakan untuk pemotretan bersifar khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak cukup dekat tanpa menimbulkan distorsi. Macam-macam kamera > instax From: dari kamera jenis ini adalah kecepatannya dalam menghasilkan sebuah gambar. Nah jadi bisa dikatakan bahwa fungsi dari filter ini adalah sebagai pengurang intensitas cahaya tanpa mengubah karakter cahaya yang masuk ke dalam kamera. Selain itu, biasa juga digunakan untuk melakukan pemotretan di tengah panasnya terik matahari. Jadi, sangat berguna sekali digunakan pada pemotretan di siang hari. 3. Filter Graduated ND kameraini cara kerjanya mirip dengan slr namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan still life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis PENGENALANJENIS-JENIS FOTO,TEKNIK MEMEGANG KAMERA,ANGLE YANG UMUM DIGUNAKAN DAN TEKNIK DASAR PEMOTRETAN. Memotret adalah proses kreatifitas yang tidak hanya sekedar membidik obyek yang akan kita rekam dan kemudian menekan tombol shutter pada kamera. Materi jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa jenis foto sebagai PUTCl. Assalamualaikum wr. wb. Salam Budaya!!! Hai titikers, gimana kabarnya? Semoga selalu sehat sentosa yaw . Selama masa pandemi ini kita dihimbau untuk tetap dirumahaja. Tapi eh tapi dirumahaja bukan batasan buat produktif nih. Buat titikers yang bosen dan bingung mau ngapain, kita bawain ide nih biar tetap bias berkaya, cielah v. Disini kita mau share tentang hasil Workshop Fotografi Online tentang Still Life Photography, salah satu jenis fotografi yang bisa kita coba selama dirumahaja. Still Life Photography adalah fotografi dimana objek yang digunakan adalah benda mati, tidak bergerak. Pada fotografi ini kita akan membuat foto dengan kesan seolah-olah objek tersebut hidup. Pada jenis fotografi ini, fotografer dapat mengatur posisi objek atau sekelompok objek, latar belakang dan mengatur pencahayaannya sesuai dengan keinginan. Tingkat kesulitan pada Still Life Photography sebenarnya tergantung standar kita, umumnya fotografer kesulitan dalam menujukkan detail objek. Still Life dapat dibuat menjadi foto produk untuk marketing, misalnya makanan untuk buku menu, atau produk lainnya. Fotografi jenis ini juga bias memakai objek sederhana, missal mainan dan sebagainya. Still Life Photography bergantung pada bagaimana kita mengemas objek-objek tersebut menjadi lebih hidup, detail dan pastinya menarik. Peralatan yang digunakan tergantung standar kita dalam menciptakan foto. Peralatan paling utama yakni kamera. Semua jenis kamera bias dipakai pada jenis fotografi ini, tergantung bagaimana kita me-manage hal tersebut. Banyak orang yang menggunakan handphone saat mengambil foto, dan mendapat hasil foto yang memuaskan. Ketika kita menggunakan kamera DSLR ataupun Mirrorless kita dapat menggunakan semua jenis lensa tergantung bagaimana kita menggunakan alat yang kita punya. Misal kita hanya mempunyai lensa kit, atau lensa wide, kedua jenis lensa tersebut dapat kita gunakan. Ketika kita menggunakan lensa wide pasti akan ada efek distorsi efek lengkung pada foto dibagian tepi foto, kita dapat mengatasi hal tersebut dengan cara tidak meletakkan objek di bagian tepi, jadi objek bias diletakkan ditengah, sehingga tidak tertarik lengkung dan ketika ada cropping pada foto tersebut objek akan tetap utuh. Jika kita mempunyai lensa makro kita dapat menggunakannya agar lebih mudah dalam pengambilan foto. Karena dengan lensa makro kita dapat mengambil foto lebih dekat dengan objek dan dengan focus foto yang bagus. Karena ketika kita mengambil foto terlalu jauh dari foto, dan akhirnya harus ada cropping maka hasilnya akan kurang maksimal. Peralatan tambahan lainnya yakni tripod dan lighting. Pencahayaan merupakan komponen yang penting, cara kita memilih karakter dan arah cahaya sesuai konsep kita. Pencahayaan bias menggunakan apapun, tidak harus lighting professional, missal cahaya murni matahari, lampu LED, atau pun lampu senter. Kesesuaian cahaya pada foto biasanya akan kita ketahui saat kita memulai foto, jika kita merasa tidak sesuai atau ada masalah dengan pencahayaannya, maka dapat kita atur kembali. Kreativitas sangat dibutuhkan pada Still Life Photography. Bagaimana kita membuat suatu cerita pada foto yang akan kita buat. Ide cerita tersebut mulai dari yang sederhana sampai kompleks. Sebagai awalan dalam foto jenis ini kita bias membuat cerita sederhana. Misal kita menggunakan mainan danbo yaitu boneka kayu yang kita rangkai menjadi sebuah set untuk foto Still Life. Ketika kita sudah terbiasa dengan cerita sederhana itu, pastinya kita akan semakin mengeksplor dengan cerita yang lebih kompleks. Berikut ini merupakan hasil fotografi “Still Life Photography” dari dulur dulur angkota UKMS Titik. Banyak orang yang ragu untuk memulai fotografi, tipsnya yakni “Jangan kebanyakan alasan fotoajadulu”. Kebanyakan orang susah untuk memulai karena terlalu banyak berpikir tentang ketidakmungkinan, misalnya kameranya tidak bagus, atau tidak mempunyai ide dan sebagainya, hal tersebut merupakan kendala sebagian orang. Jika tidak mempunyai kamera kita bisa memulai dengan menggunakan kamera pada handphone, untuk ide kita bias mencari referensi misal di pinterest, Instagram, atau bahkan di google. Kita bias melakukan langkah kecil “lihat, amati, tiru, modifikasi”. Jadi kita mulai aja dulu, seiring berjalannya waktu kita akan terus belajar dengan rasa kurang puas dan masalah-masalah yang muncul saat memfoto. Disana kita bias eksplore terus dan akan mencoba menjadi lebih baik lagi. Bisa dimulai dengan cerita sederhana dengan kamera dan lighting yang sederhana, menggunakan property sederhana pula. Dengan begitu kita akan selalu mencoba menampilkan detail seperti menciptakan motion, deep of field yang baik. Kita harus selalu belajar komposisi dan angle pengambilan gambar. Semakin banyak praktek maka akan semakin banyak pula ilmu fotografi yang bias kita dapatkan. Jadi tunggu apalagi? Skuy Foto! Pengertian Still Life Photography Mengenal Still Life Photography- Teknik foto yang lebih dulu ada dan dikenal yaitu still life atau benda mati. Mengingat dulu untuk mengabadikan sebuah foto membutuhkan benda mati, karena prosesnya yang cukup panjang. Namun, perkembangan zaman dan teknologi yang cukup mendukung, still life tetap saja menjadi teknik fotografi yang tidak pernah terlupakan dan masih banyak diminati. Namun, bedanya saat ini penggunaan kamera dan lensa yang bagus, sehingga still life photography dapat menghasilkan sebuah foto yang cukup menarik. Bahkan, still life photography dengan level tinggi kini cukup menguntungkan dijadikan sebuah bisnis. Biasanya jenis fotografi ini digunakan pada katalog, majalah, situs suatu produk, galeri seni dan lainnya. Meskipun foto still Life banyak yang meremehkan, sebenarnya banyak sekali keuntungannya. Nah, Apakah Anda juga termasuk salah satu orang yang berminat mempelajari still life Photography? Mari simak ulasan ini. Apa Itu Still Life Photography?Jenis Foto Still Life1. Still Life Murni2. Still Life UmumStill Life Dengan Teknik yang Bagus1. Di Atas Meja2. Fotografi Produk3. Fotografi Makanan4. Found Object Photography5. Benda-Benda Tua6. Semua Jenis BendaTips Foto Dalam Still Life1. Buat Konsep Foto2. Memilih Objek3. Pencahayaan still life photography lighting Apakah Anda termasuk salah satu orang yang mempunyai hobi fotografi? Untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus dan menarik, kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk pergi travelling. Pasalnya foto still life bisa dihasilkan di lingkungan sekitar atau bahkan di dalam rumah. Yang mana genre fotografi ini hampir sama dengan jenis fotografi lainnya seperti landscape dan potrait, karena tidak terkait dengan tempat dan waktu. Seorang fotografi pemula pasti masih sangat asing dengan istilah ini. Jika biasanya kita mengambil objek foto hidup, tetapi dengan still life photography kita mengambil foto dari benda mati. Nah, lebih jelasnya still life photography adalah salah satu genre fotografi dengan benda mati sebagai objeknya atau objek tidak bergerak. Untuk membuat foto still life yang bagus, sebagai fotografer harus bisa mengatur pencahayaan yang tepat, mengatur posisi objek dan juga background. Jenis Foto Still Life still life photography ideas Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika still life photography merupakan seni foto dengan objek utama benda mati agar terlihat lebih hidup. Nah, untuk untuk memastikan hasil foto still life yang menarik, penting sekali untuk memperhatikan tiga unsur utama yaitu komposisi, properti dan pencahayaan. Nah, selain itu dalam still life juga terdiri dari dua jenis yaitu still life murni dan still life umum. Untuk lebih jelasnya terkait dua jenis still life, berikut ini penjelasannya. 1. Still Life Murni Still life murni membuat seorang fotografer lebih bebas untuk mengambil foto sesuai dengan imajinasinya tanpa adanya batas idealis. 2. Still Life Umum Still life umum membuat seorang fotografer dalam mengambil sebuah foto harus mempunyai batasan tersendiri, misalnya mengabadikan foto sebuah produk. Untuk menghasilkan foto still life terbaik, harus memperhatikan beberapa hal seperti properti, sumber cahaya alami dan komposisi foto. Menjadi fotografer still life harus bisa mengenali karakter benda yang akan di potret. Pasalnya setiap benda yang mempunyai kapasitas yang berbeda untuk bisa mewakili konsep foto yang akan ditampilkan, sehingga butuh penanganan yang berbeda. Baca Juga Apa itu Foto Human Interest Photography? 16 Jenis Teknik Pengambilan Gambar Still Life Dengan Teknik yang Bagus Still Life Dengan Teknik yang Bagus Setelah mengetahui apa saja jenis dari still life photography, pertunjukan untuk mengetahui teknik yang bagus untuk mengambil foto still life. Yang mana terdapat 6 teknik still life yang perlu diketahui. 1. Di Atas Meja Still life photography di atas meja ini yang paling sering dan umum dilakukan. Hal ini wajar setelah terjadi, pasalnya ketika kita ditanya ini terkait fotografi dengan teknik still life maka yang pertama kali terlintas adalah di atas meja. Sedangkan untuk objek foto yang digunakan bisa berupa apapun. Asalkan objek dalam foto tersebut dapat menghasilkan sebuah foto yang cukup menarik dan terlihat seperti hidup. 2. Fotografi Produk Teknik still life dapat dilakukan selanjutnya yaitu fotografi produk. Yang mana biasanya foto produk yang digunakan ini termasuk benda mati. Tujuan utamanya untuk mengabadikan sebuah produk agar dapat digunakan untuk mempromosikan produk dengan cara yang menarik mungkin. Dengan begitu harapannya agar produk tersebut dapat dikenal oleh banyak orang. 3. Fotografi Makanan Fotografi makanan juga menjadi salah satu jenis fotografi dengan teknik yang cukup unik. Pasalnya fotografi makanan merupakan kategori yang masih dalam lingkup still life. Sama halnya dengan fotografi produk, fotografi makanan ini dilakukan dengan tujuan untuk menarik minat banyak orang. Apalagi menggunakan lensa kamera yang bagus, akan menghasilkan foto yang bagus pula. 4. Found Object Photography Found Object Photography merupakan jenis fotografi yang masih termasuk dalam still life. Dalam mengembalikan foto dengan teknik ini, objek yang ditemukan biasanya akan dimodifikasi ataupun diposisikan terlebih dahulu agar terlihat tidak biasa. Misalnya foto dengan produk yang tersusun menjadi bentuk yang lebih artistik dan terlihat lebih menarik. Nah, dengan penataan yang seperti itu dapat menghasilkan sebuah foto yang terlihat lebih hidup. 5. Benda-Benda Tua Benda-benda tua juga bisa menjadi salah satu objek dari still life photography. Yang mana benda ini dapat menghasilkan sebuah foto yang cukup bagus dan memberikan kesan yang lebih menarik. Adapun benda-benda tua yang dapat digunakan seperti buku berdebu, sepatu butut, tas yang sudah mengelupas dan lainnya. 6. Semua Jenis Benda Teknik still life Photography sebenarnya bisa menjadikan sebuah objek untuk difoto. Yang mana teknik fotografi ini dapat menggunakan objek yang sederhana, tetapi untuk hasilnya lebih terjamin bagus. Tips Foto Dalam Still Life Jika Anda berminat untuk menggunakan teknik still life Photography, penting sekali untuk menerapkan beberapa tips yang harus dilakukan agar menghasilkan foto yang baik dan menarik. Nah, sebagaimana berikut ini beberapa tips tersebut. 1. Buat Konsep Foto Jika anda termasuk salah satu fotografer yang terbiasa menunggu kejutan dalam sebuah objek yang di foto, maka penting sekali untuk mencoba membuat konsepnya, mulai dari latar belakangnya. Sehingga pastikan terlebih dahulu membuat konsep foto dengan matang sebelum memutuskan untuk mengambil foto. Selain itu, pastikan juga jika memastikan pasokan menggunakan cahaya matahari yang cukup. Lebih tepatnya tips ini menuntut kita untuk memegang kendali terhadap situasi yang ada dalam memotret sebuah benda. 2. Memilih Objek Memilih objek menjadi tips selanjutnya yang harus dilakukan dengan teknik fotografi still life. Dalam hal ini anda bebas untuk memilih objek manapun. Baik itu objek yang sederhana atau yang unik. Untuk menghasilkan foto dengan teknik ini yang bagus, pastikan jika anda tidak memotret permukaan yang memantul, misalnya kaca atau besi. Hal ini penting untuk dilakukan karena objek yang memantul tidak dapat dikombinasikan dengan bentuk dan warna. 3. Pencahayaan Memastikan pencahayaan yang bagus dengan teknik fotografi still life merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Banyak sekali fasilitas pencarian yang bisa digunakan seperti halnya cahaya matahari, lampu sorot dan lainnya. Sedangkan untuk penempatan cahaya ini bisa di belakang, di samping atau di depan. Still life photography menjadi salah satu teknik fotografi yang mulai dulu hingga sampai saat ini tetap diminati. Pasalnya teknik ini cukup mudah dilakukan dan bisa dilakukan dimanapun. Nah, jika memang Anda berminat menerapkan teknik photography ini, pastikan jika menerapkan tips-tips tersebut. Visited 121 times, 1 visits today Kamera adalah alat yang digunakan untuk menangkap momen atau objek tertentu yang bergerak. Ada banyak jenis kamera yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhanmu, misalnya DSLR dan mirrorless. Jenis kamera yang berbeda memiliki kemampuan yang berbeda pula dalam menangkap satu objek. Penasaran dengan fungsi dari berbagai jenis kamera? Simak artikel berikut ini untuk informasi lebih lanjut, ya! Jenis Kamera1. DSLR/Digital Single Lense Reflex2. Mirrorless3. Point and Shoot4. Bridge/Prosumer5. Analog6. Instant/Polaroid7. Action Camera8. 360 Camera9. Medium Format10. Underwater11. Compact12. Video Camera13. Boutique14. Telepon Seluler 1. DSLR/Digital Single Lense Reflex Sumber Kamera DSLR atau Digital Single Lense Reflex adalah jenis kamera yang paling populer di pasaran. Kamera ini digunakan oleh para fotografer profesional. Biasanya mereka memiliki kamera kit mereka masing-masing. Kamera DSLR hadir dengan lensa yang bisa dilepas sehingga kamu bisa menggantinya sesuai dengan keinginanmu. Lensa yang disediakan untuk jenis kamera ini pun bermacam-macam. Ciri khas yang dimiliki oleh kamera ini adalah kita bisa melihat objek secara langsung melalui jendela bidik optik kamera. Merek kamera DSLR yang paling banyak dibeli adalah Canon dan Nikon. 2. Mirrorless Sumber Pada dasarnya mirrorless adalah jenis kamera digital yang hampir sama dengan kamera DSLR. Perbedaannya terletak pada jendela bidik optik kamera, fitur tersebut tidak bisa kamu temukan dalam kamera mirrorless. Jadi, kamu hanya bisa melihat objek melalui screen yang terdapat di kamera. Kamera mirrorless juga hadir dengan lensa yang bisa dilepas. Secara sederhana, kamera DSLR dan mirrorless adalah jenis kamera digital yang sama. Kelebihan yang dimiliki kamera mirrorless jika dibandingkan dengan kamera DSLR adalah keringanannya. Mirrorless memiliki ukuran yang lebih kecil sehingga lebih mudah dibawa kemana-mana. Sebaliknya, kelebihan yang dimiliki oleh kamera DSLR adalah adanya jendela bidik optik kamera. Kamu bisa memilih kamera yang sesuai dengan kebutuhanmu. Merek kamera mirrorless yang banyak beredar di pasaran adalah Fujifilm dan Sony. 3. Point and Shoot Sumber Point and shoot adalah jenis kamera kompak. Jenis kamera ini cocok digunakan untuk mengabadikan momen liburan dan keluarga. Kamera ini tidak memiliki fitur selengkap kamera DSLR dan mirrorless. Pada dasarnya, jenis kamera ini ditujukan untuk orang-orang yang hanya ingin menangkap objek secara sederhana. Untuk kamu yang ingin menjadi fotografer profesional, tidak disarankan memilih jenis kamera ini. Point and shoot hanya memiliki satu lensa tetap sehingga tidak bisa diganti sesuai dengan keinginanmu. Kelebihan yang dimilikinya adalah mudah digunakan dan ringan sehingga mudah dibawa kemana-mana. 4. Bridge/Prosumer Sumber Kamera prosumer adalah jenis kamera yang fiturnya ada di antara kamera DSLR dan kamera point and shoot. Jenis kamera ini juga hadir dengan lensa tetap yang tidak bisa diganti. Satwa liar dan aktifitas olahraga adalah jenis objek yang cocok dipotret dengan menggunakan kamera prosumer. Prosumer bisa menjadi pilihan yang tepat jika kamu tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membeli kamera DSLR. Biasanya hasil foto kamera prosumer berupa RAW, akan lebih mudah jika kamu suka menyunting hasil fotomu. Kelebihan yang dimiliki oleh jenis kamera ini adalah kemampuan zoom-nya yang sangat jauh. Sayangnya, kualitas foto yang dihasilkan masih jauh di bawah kamera DSLR. 5. Analog Sumber Kamera analog saat ini kembali menjadi tren di kalangan anak muda. Tren tersebut hadir karena kamera analog memiliki hasil foto dengan filter vintage alami. Jenis kamera ini masih menggunakan roll film untuk memotret objek. 6. Instant/Polaroid Sumber Seperti namanya, kamera polaroid memiliki fitur yang bisa secara langsung mencetak objek yang dipotret. Nama asli dari jenis kamera ini adalah kamera instan, namun karena perusahaan Polaroid Corporation adalah pihak yang pertama memperkenalkan kamera ini maka banyak orang menyebutnya sebagai kamera polaroid. Dahulu hasil foto kamera ini dicetak menggunakan film, namun sekarang mereka telah beralih dengan mencetak foto pada kertas. Selain polaroid, Fujifilm dan Kodak juga ikut menjadi produsen kamera instan. Jenis kamera ini cocok untukmu yang ingin segera mendapatkan hasil jepretanmu. Kelemahan dari jenis kamera ini adalah terbatasnya kertas yang bisa dipasang di dalam kamera sehingga jumlah jepretanmu juga akan terbatas. 7. Action Camera Sumber Kamera aksi merupakan salah satu jenis kamera yang sering dipakai oleh para vlogger. Vlogger adalah akronim dari video blogger. Fitur yang paling sering dipakai dalam jenis kamera ini adalah video. Penggunanya jarang menggunakan kamera aksi untuk memotret. Kamera aksi memiliki ukuran yang sangat kecil, bahkan lebih kecil daripada kamera saku. Ia sangat praktis dan bisa diletakkan dimana-mana, termasuk di atas helm. Meski berukuran kecil, kamera aksi memiliki kualitas yang tidak bisa diragukan. Ia bisa menghasilkan video dengan resolusi 1080p dan kecepatan 30 frame per second. Kelebihan kamera aksi adalah image stabilizer yang bisa membuat hasil video tidak memiliki terlalu banyak goncangan meski digunakan dalam kegiatan yang membutuhkan banyak gerakan. Oleh karena itu, nama kamera ini adalah kamera aksi. 8. 360 Camera Sumber Sesuai dengan namanya, jenis kamera ini memiliki fitur yang berupa jumlah point of interest yang banyak. Kamera ini memiliki lensa sejumlah 36 buah. Kelebihannya adalah mampu menghasilkan hasil foto dengan resolusi mencapai 1080MP. Objek yang cocok diambil menggunakan jenis kamera ini adalah pemandangan dan indoor. 9. Medium Format Sumber Jenis kamera ini sangat cocok digunakan untuk fotografi fashion. Kelebihan yang dimilikinya adalah gambar dengan kualitas tinggi dan kinerja noise yang juga tinggi. Namun, kamera ini kurang populer di pasaran karena fiturnya terbatas. Merek kamera medium format yang paling terkenal adalah Hasselblad. Selain itu, Fujifilm dan Pentax juga mulai mencoba memproduksi jenis kamera ini. Kamera ini memiliki berat dan ukuran yang sedikit lebih besar daripada kamera DSLR. Ukuran yang besar tersebut karena adanya sensor kamera yang ukurannya lebih besar daripada kamera DSLR. 10. Underwater Sumber Kamera underwater adalah salah satu jenis kamera dengan fitur yang unik. Seperti namanya, jenis kamera ini dirancang agar bisa digunakan untuk merekam objek yang ada di dalam air. Biasanya kamera jenis ini memiliki ketahanan terhadap air dan suhu yang rendah. 11. Compact Sumber Kamera kompak masih eksis di pasaran meski ia tidak memiliki fitur yang selengkap kamera digital. Alasan jenis kamera ini masih eksis adalah kemudahannya untuk dibawa kemana-mana. Selain itu, jenis kamera ini juga diatur secara otomatis sehingga penggunanya tidak perlu mengatur kecerahan dan fokus. Karena kemudahannya tersebut, jenis kamera ini sangat cocok dipakai untuk orang awam yang belum memahami fotografi. Harga jenis kamera ini juga cukup terjangkau. Ia pun memiliki ukuran yang cocok untuk dibawa kemana-mana. 12. Video Camera Sumber Kamera video adalah jenis kamera perkembangan dari jenis kamera analog. Pada zaman dahulu, hasil rekaman disimpan di dalam CD, sekarang hasil rekaman sudah bisa disimpan di dalam kartu memori. Namun, jenis kamera ini hanya dapat dipakai untuk mengambil video atau bayangan bergerak. Kamera ini tidak memiliki fitur yang digunakan untuk memotret objek. Biasanya jenis kamera ini juga disebut dengan nama handycam. Keberadaan kamera video digital sangat memudahkan pekerjaan yang membutuhkan kecepatan transfer file. Dengan disimpannya hasil rekaman di dalam kartu memori, kamu bisa dengan segera memindahkan file rekaman ke dalam laptop saat dibutuhkan. 13. Boutique Sumber Sekilas kamera boutique memiliki bentuk yang mirip dengan kamera saku. Kamera boutique merupakan salah satu jenis kamera digital. Kelebihan yang dimiliki oleh kamera ini adalah sensor full frame yang lebih baik daripada DSLR, namun dengan ukuran yang lebih ringkas daripada DSLR. Dengan kemampuannya tersebut, tidak heran jika kamera boutique memiliki harga yang cukup mahal. Harga satu kamera boutique bisa berkisar antara Rp – Rp 14. Telepon Seluler Sumber Saat ini kamera dengan kualitas baik tidak hanya bisa kita temukan di dalam kamera yang sesungguhnya. Banyak model baru ponsel pintar yang hadir dengan kualitas kamera yang tidak kalah dengan kamera digital biasanya. Hal ini memudahkan para pengguna ponsel pintar karena mereka tidak perlu membeli kamera secara terpisah untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus. Kepraktisan adalah kelebihan yang diutamakan dari jenis kamera ini. Namun, untuk menghasilkan hasil gambar profesional tertentu kamu tetap membutuhkan kamera digital yang profesional. Hal ini karena kamera ponsel pintar juga masih memiliki keterbatasan tertentu. Jika hanya ingin menghasilkan foto bagus tanpa fitur khusus, pilihlah ponsel pintar dengan kualitas kamera yang tinggi. Nah, itu tadi adalah penjelasan mengenai jenis kamera yang sesuai dengan kebutuhanmu. Sebelum memilih kamera, sebaiknya terlebih dahulu melakukan riset untuk mengetahui jenis kamera yang dibutuhkan. Hal ini berguna agar kamera yang telah dibeli bisa berguna sebagaimana mestinya. Masing-masing kamera juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, bijaklah dalam memilih calon kameramu! Hobi fotografi tidak melulu perlu traveling atau ke event tertentu. Didalam rumah atau sekitar rumah juga bisa. Jenis fotografi yang bisa dipraktikkan adalah still life. Jenis fotografi ini tidak terikat dengan tempat dan waktu seperti jenis fotografi lainnya seperti landscape dan portrait. Fotografi still life adalah fotografi yang objeknya benda mati, tidak bergerak. Di jenis fotografi ini, fotografer dapat mengatur posisi objek atau sekelompok objek, latar belakangnya dan mengatur pencahayaannya dengan bebas. Beberapa tips saya untuk memulai still life photography 1. Objek yang menarik Cari objek yang Anda sukai, biasanya benda-benda yang Anda koleksi, hewan peliharaan, makanan/minuman, mainan, tas, sepatu, baju, perhiasan, bunga? Setiap orang berbeda-beda kesukaannya, contohnya istri saya sukanya mainan Lego. Dengan memilih objek yang menarik bagi kita, biasanya kita lebih semangat memotret dan mencari angle yang menarik. 2. Komposisi dan props Setelah tentukan setting seperti backgroundnya, props benda untuk melengkapi. Contoh taplak meja, majalah/koran, alat tulis, sendok garpu. Jenis properti/props tergantung apa yang difoto. Hindari terlalu banyak mengandalkan props dan menata props dalam jumlah banyak karena objek utamanya malah jadi tidak menonjol. 3. Pencahayaan Kualitas cahaya yang terbaik yaitu dari cahaya matahari. Objek bisa diletakkan diluar ruangan, atau juga bisa di dekat jendela. Selain cahaya matahari, flash juga bisa digunakan. Karena cahaya flash dirancang untuk menyerupai cahaya matahari. Keuntungan mengunakan flash adalah kita tidak harus tergantung pada waktu dan cuaca. Malam-malam atau saat mendung juga bisa motret. Yang saya maksud dengan flash bukan yang built-in di kamera, tapi flash external yang bisa dipisahkan dari kamera. Dengan demikian, kita bisa mengarahkan cahaya lebih leluasa. 4. Teknik foto Jika mengandalkan cahaya matahari atau ruangan saja, maka yang penting adalah mengunakan tripod. Keuntungannya ada dua, pertama adalah bisa mengunakan ISO 100 dan shutter lambat, kedua adalah untuk komposisi foto yang lebih akurat. Kamera yang digunakan sebenarnya pakai yang mana saja oke, mau pakai DSLR / mirrorless. Dalam kasus ini saya pakai kamera mirrorless Sony A6000 dan lensa Sony Zeiss 16-70mm f/4 OSS. Hati-hati dengan setting bukaan, jika objek yang difoto berukuran kecil, bukaan sedang seperti f/ aja pun akan membuat sebagian dari objek menjadi blur. Jika ingin objeknya tajam semua, bukaan perlu ditutup sampai sekitar f/16. Foto diatas mengunakan bukaan f/ maka majalah dibelakang kamera tidak tajam. Contoh kasus Objek foto kamera Nikon FM2, lensa 50mm Ai f/ Ide Objek diatas adalah kamera dan lensa pertama saya. Properti/props Tas Domke sebagai background, dan majalah National Geographic diletakkan di bawah tas untuk memberikan aksen warna. Pencahayaan Flash Shanny diletakkan diatas lightstand dan flash bracket, dan softbox 45 x 45 cm. Flash ini berfungsi sebagai main light. Flash Shanny lainnya saya letakkan diatas lightstand dan saya arahkan ke langit-langit sebagai fill light. Saya mengunakan radio trigger untuk memotret. Editing Kemudian saya edit di Lightroom dan upload ke instagram. Disana, saya memilih filter yang cocok. Dengan sedikit pengaturan bisa mendapatkan foto seperti diatas. — Belajar fotografi yuk kupas tuntas kamera kursus kilat dasar fotografi workshop flash editing Lightroom Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Instagram enchetjin Bagi Anda yang memiliki hobi fotografi, tidak harus travelling untuk mendapatkan hasil foto yang menarik dan bagus. Sekitar atau dalam rumah juga bisa. Jenis fotografi yang bisa Anda gunakan untuk objek ini adalah still life. Genre fotografi yang satu ini tidak terikat dengan waktu maupun tempat, seperti jenis fotografi portrait dan landscape. Untuk pemula mungkin masih asing mendengar jenis fotografi ini, bahkan banyak yang belum tahu. Still life sendiri merupakan salah satu genre yang objeknya adalah benda mati alias tidak bergerak. Untuk melakukan genre ini, fotografer harus pintar mengatur posisi objek, background, dan pencahayaan supaya hasilnya bagus. Apa itu Still Life?1. Still Life Murni2. Still Life UmumJenis Foto Still Life1. Di Atas Meja2. Fotografi Produk3. Fotografi Makanan4. Found Object Photography5. Benda-Benda Tua6. Semua Jenis BendaTips Memulai Still Life Photography1. Buat Konsep Foto2. Memilih Objek3. Pencahayaan4. Gunakan Tripod5. Latar Belakang6. Komposisi Foto7. Keluar Ruangan8. Creative Apa itu Still Life? Still Life fotografi adalah seni foto yang menjadikan benda mati tidak bergerak sebagai objek agar terkesan lebih hidup. Melalui 3 Unsur penting yaitu komposisi, pencahayaan dan properti. Pada dasarnya fotografi still life sendiri ada dua jenis, yaitu. 1. Still Life Murni Jenis still life dimana seorang fotografer bebas berekspresi sesuai imajinasinya tanpa batas secara idealis. 2. Still Life Umum Jenis still life umum, tidak sebebas still life murni di mana fotografer memiliki batasan tersendiri dan lebih bersifat komersil, misalnya foto produk. Yaitu dengan cara mengatur komposisi foto, pencahayaan dan properti. Seorang fotografer still life harus mampu mengenali karakter benda yang akan digunakan sebagai properti, karena setiap benda memiliki kapasitas berbeda dalam mewakili konsep foto yang ingin ditampilkan. Sehingga penanganannya pun tentu akan berbeda. Misalnya ketika ingin menampilkan konsep foto yang bersifat lembut, akan tetapi dengan menggunakan batu sebagai objeknya, dimana batu memiliki karakter keras dan tidak mudah hancur. Maka harus diimbangi dengan penambahan bunga sebagai penghias. Untuk jenis teknik still life sendiri ada banyak, yaitu 1. Di Atas Meja Fotografi jenis ini bisa dikatakan yang paling umum. Jika Anda mendengar teknik fotografi ini, maka akan terlintas foto di atas meja. Objek foto bisa berupa apapun itu, yang penting bisa menghasilkan foto yang menarik dan terlihat hidup. Dan genre ini paling simpel diantara yang lainnya. 2. Fotografi Produk Biasanya produk yang difoto merupakan benda mati, maka dapat dimasukkan ke dalam teknik fotografi ini. Tapi tujuan utamanya, untuk memamerkan sebuah produk semenarik mungkin, sehingga bisa dikenali banyak orang. Foto produk biasa terfokus pada gambar produknya, tanpa ada gangguan sehingga terlihat jelas dan detail. Misalnya memakai latar belakang hitam maupun putih. Tujuannya supaya calon pembeli bisa fokus ke produk. Dan tidak jarang juga yang memadukan dengan elemen lain, contohnya alam. Sebaiknya, gunakan teknik foto ini secara original, karena akan lebih banyak menawarkan untuk berkreasi. 3. Fotografi Makanan Jenis fotografi ini merupakan sub kategori yang masuk ke dalam teknik foto still life. Biasanya terkait dengan fotografi produk yang sifatnya komersial. Sebab tujuannya adalah menggambarkan makanan tersebut supaya bisa terlihat semenarik mungkin untuk dilihat. Fotografi makanan sendiri mempunyai kekhususan dalam tampilan aksesoris, sebagai pendukung di sekitar area makanan itu unsur itu seperti peralatan makanan, masak dan lain sebagainya. 4. Found Object Photography Fotografi jenis ini berisi objek yang ditemukan dan bisa dianggap sebagai cabang fotografi still life. Objek yang ditemukan biasa dimodifikasi terlebih dahulu dan diposisikan dalam konteks yang tidak biasa. Objek itu seperti kaleng bekas berwarna yang disusun rapi sehingga terlihat menarik dan artistik. Tidak heran, jika foto kategori ini bendanya diam namun terlihat hidup. 5. Benda-Benda Tua Semakin benda lama yang ditemukan semakin bagus. Sebab objek ini akan memberikan kesan yang bagus dan tekstur yang menarik seperti permukaan kasar, mengelupas, retak, dan terdapat tanda kerusakkan. Objek ini seperti buku tua berdebu, tas tuas, sepatu butut, dan benda lainnya yang menarik untuk dijadikan foto. 6. Semua Jenis Benda Pada dasarnya semua objek bisa difoto dengan teknik ini, namun tidak perlu dengan subjek klise layaknya buah dalam mangkuk. Ada banyak contoh fotografi teknik ini yang memakai objek sederhana, namun hasilnya menarik. Dan mungkin tidak terlintas di pikiran Anda. Objek ini bisa alat makanan, es lilin, buku, dedaunan, dan lainnya yang bisa menghasilkan foto sekreatif dan semenarik mungkin. Dan pastinya benda mati tersebut akan terlihat hidup apabila difoto. Tips Memulai Still Life Photography Berikut ada beberapa hal yang sebaiknya Anda tahu, apabila mau memulai fotografi jenis ini 1. Buat Konsep Foto Jika Anda terbiasa menunggu surprise dalam objek apapun yang Anda foto. Maka fotografi jenis ini tergantung dari diri Anda. Jadi, sebelum Anda mengambil gambarnya, sebaiknya sudah membuat konsep foto secara matang. Pada intinya Anda sendiri yang memegang kendali penuh terhadap situasi yang ada, termasuk objek yang mau dipotret. Namun Anda perlu berpikir kreatif, sebab bisa memotret objek secara menarik dan menawan. 2. Memilih Objek Terserah Anda memilih objek yang mau dipotret. Anda bisa mengelilingi sekitar rumah untuk melihat apa ada objek yang sederhana, namun menarik untuk difoto. Jika Anda menemukan benda yang menarik, bisa diambil fotonya dengan teknik fotografi ini. Pastikan Anda menghindari memotret permukaan benda yang memantul. Contohnya besi dan kaca. Sebab pencahayaan terhadap benda tersebut justru membuat sulit untuk dikombinasikan dengan objek warna, bentuk, dan teksturnya juga beda. 3. Pencahayaan Fasilitas pencahayaan dalam studio memang mahal. Namun dengan teknik fotografi ini Anda tidak harus mengeluarkan bujet mahal untuk pencahayaan. Anda bisa memanfaatkan semua pencahayaan yang ada. Seperti cahaya matahari, atau Anda bisa mencari pencahayaan natural lainnya yang bisa Anda halangi dengan gorden atau tirai. Dengan cara ini, maka bisa mengatur pencahayaan sendiri terhadap objek secara penuh. Bahkan lampu meja juga bisa dimanfaatkan. Anda bisa melakukan eksperimen dengan berbagai posisi ketika mengatur objek. Tidak semua cahaya ditempatkan didepan objek, bisa dari dari belakang, samping atau lainnya yang bisa memberikan kesan, serta bayangan pada foto. Jika tidak, bisa memilih ruangan dengan pencahayaan dari jendela. 4. Gunakan Tripod Menggunakan tripod atau tidak, tergantung kebutuhan dan keadaan pencahayaan yang ada. Namun si lebih bagus memakai kedua benda tersebut. Karena bisa membantu Anda untuk mengatur dan memperhatikan objek foto. Settingan seperti ini, juga memudahkan Anda untuk memakai kecepatan shutter yang lebih pelan. Biasanya Anda memastikan akan terlebih dahulu lubang lensa kecilnya, supaya bisa membuat gambar menjadi fokus baik dari arah belakang, samping maupun depan. Tapi ingat, jangan membiarkan kamera statis membuat kreativitas Anda tertahan. Sebab sering kali lupa, jika kamera harus selalu dari posisi depan untuk mengambil objek. Anda bisa mencoba angle kamera lain seperti dari ketinggian ketika sedang memotret objek. 5. Latar Belakang Tentu saja, background mempunyai peranan penting dalam membuat cerita pada foto Anda. Anda bisa menentukan latar belakang nampak infokus atau out fokus, bertekstur atau tidak, berwarna atau tidak. Anda sendiri juga berkreasi dengan mengganti background dengan objek yang sama. Jika objek berukuran kecil mungkin hanya akan membutuhkan posisi yang tepat untuk meletakkan benda tersebut. 6. Komposisi Foto Komposisi merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil foto agar terlihat lebih menarik. Anda dapat mencoba menggunakan teknik Rule Of Thirds, dimana teknik ini umumnya akan menghasilkan komposisi foto yang solid. Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah Cara menyusun objek dengan komposisi berbeda Mengatur point of interest pada objek utama Kenali karakter objek 7. Keluar Ruangan Apabila Anda merasa bosan di dalam ruangan, bisa keluar. Ada banyak sekali objek bagus yang terdapat di luar ruangan. Misalnya dedaunan, jalanan, bebatuan, dan lain sebagainya. Nah yang menjadi tantangannya adalah Anda akan sedikit kesulitan untuk memilih lingkungan Anda. 8. Creative Dalam teknik fotografi ini, tidak ada batasan. Anda bisa berkreasi dan bereksperimen dengan semua ide yang ada di otak Anda. Anda bisa menyampaikan semua pesan, arti, simbol dan hal lain dalam foto yang sudah dipotret. Dengan pembahasan ini, Anda jadi lebih tahu dan mengenal apa itu still life fotografi. Dengan teknik ini Anda bisa meningkatkan keterampilan dalam dunia fotografi, dan pastinya Anda bisa menuangkan kreativitas untuk menghasilkan foto yang menarik.

jenis kamera yang digunakan untuk pemotretan still life adalah